Senin, 11 April 2011

Military Spending Must Be Part of the Deficit Debate

The budget compromise reached by the White House and Congress this weekend included a "historic amount of cuts," as House Speaker John Boehner and Senate majority leader Harry Reid said in their joint statement announcing the deal. "The largest annual spending cut in our history," boasted President Obama. Media coverage of the deal hailed the "sweeping" and "across-the-board" nature of the cuts. The Republican leadership has "shifted the focus in Washington away from spending and toward austerity" and slashed government "more steeply than expected," wrote Paul West in the Los Angeles Times.

And yet there is one, massive piece of the federal budget that these brave hawks dared not touch: defense. Not a solitary penny of the $38 billion in spending cuts will come out of the Pentagon's coffers. In fact, defense spending will increase by $5 billion over 2010 levels, to $513 billion. And that doesn't even include the cost of ongoing "overseas contingency operations," otherwise known as the wars in Iraq and Afghanistan.

Jumat, 25 Maret 2011

CARA BELAJAR EFEKTIF (UU MID, 26, XIAP1)

CARA BELAJAR EFEKTIF


Setiap siswa pasti mendambakan dapat memperoleh nilai baik di sekolah. Nilai baik tersebut tidak diperoleh begitu saja secara cuma-cuma. Siswa harus menguasai mata pelajaran yang dipelajari sehingga mudah menjawab soal pada saat ujian mata pelajaran. Oleh karena itu, proses belajar yang efektif dapat membantu siswa memperoleh nilai baik. Cara belajar efektif di sekolah di antaranya adalah dengan melakukan beberapa tips berikut di bawah ini.
1. Berdoalah sebelum memulai belajar di kelas.
Agar niat kita dalam hati untuk belajar disekolah tidak menyimpang kepada hal-hal yang buruk dan negatif. Dengan berdoa maka kita telah menyerahkan segalanya kepada Tuhan YME dan memohon akan hasil terbaik atas segala tindakan yang kita lakukan di sekolah.
2. Datang tepat waktu ke sekolah.
Dating tepat waktu ke sekolah harus di biasakan sejak sekarang karena tidak sedikit dari siswa yang memiliki kebiasaan datang terlambat ke sekolah. Datang terlambat dapat berdampak kurang baik bagi siswa dan juga guru atau teman sekelas siswa. Karena kenapa?? Karena ketika siswa datang terlambat maka dia sudah ketinggalan beberapa materi mata pelajaran yang sedang diterangkan guru dan juga siswa sudah mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas.
3. Perhatikan guru ketika menerangkan di depan kelas.
Ketika guru sedang menerangkan maka sebaiknya para murid memperhatikannya karena tidak selalu materi atau kata-kata yang sedang di sampaikan mengandung ilmu pengetahuan tersurat tetapi terdapat pengetahuan yang tersirat yang sangat berguna sebagai sumber pengetahuan siswa.
4. Aktif pada saat proses belajar mengajar di kelas.
Para siswa juga bisa ikut aktif dalam menyampaikan pendapat/gagasan maupun mengajukan pertanyaan secara langsung kepada guru bahan pembelajaran yang berkaitan dengan materi Dengan demikian, siswa akan memiliki ingatan lebih kuat tentang materi pelajaran dan juga melatih kemampuan berkomunikasi di depan umum.
5. Berteman dengan teman-teman yang memiliki semangat belajar yang tinggi.
Dalam konteks ini bukan berarti siswa memilih-milih teman di sekolah tetapi diharapkan mampu mengenali kondisi di mana dia belajar sehingga bisa memutuskan mana yang akan membuatnya lebih maju atau semakin mundur. Jangan sampai siswa terbawa ke dalam pergaulan yang merugikan dirinya sendiri.




6. Mengumpulkan bahan mata pelajaran.
Mengumpulkan bahan mata pelajaran baik buku catatan, buku paket, buku LKS, buku soal dan pembahasan, modul, artikel pendidikan dan lain sebagainya. Karena semakin lengkap sumber belajar yang dimiliki siswa maka akan semakin banyak pula ilmu yang akan diperolehnya. Ini akan berguna bagi siswa saat akan menghadapi ujian mata pelajaran karena siswa memiliki pengetahuan yang banyak tentang mata pelajaran yang diujikan.
7. Memenfaatkan jam pelajaran kosong atau waktu senggang.
Ketika mendapati jam pelajaran kosong lebih baik di gunakan untuk membaca-baca buku yang bermanfaat. Siswa dapat mengunjungi perpustakaan dan membaca berbagai jenis buku yang bermanfaat. Selain itu, siswa juga dapat mengadakan diskusi yang berkaitan dengan mata pelajaran atau bahkan belajar bersama sehingga teman yang lebih pintar dapat membantu teman lain yang belum mengerti.
8. Hindari bertindak curang saat ujian.
Hal ini akan berdampak buruk bagi pola pikir siswa dan bila dilakukan secara terus-menerus, karena siswa akan menjadi malas berfikir dan malas belajar. Dengan menyontek berarti siswa telah memililki rasa tidak percaya diri akan kemampuannya yang dimiliki dan membangun sikap bergantung kepada orang lain. Oleh karena itu siswa tidak akan pernah menguasai ilmu pengetahuan yang diperlukannya di masa yang akan datang.
9. Menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Kondisi tubuh yang sehat sangat sangat berpengaruh terhadap segala aktifitas yang siswa lakukan. Dengan kondisi yang sehat pula siswa akan memiliki konsentrasi yang tinggi dan semangat belajar yang besar dalam menghadapi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

CARA BELAJAR EFEKTIF (ULUM MID, 26,XIAP1)

CARA BELAJAR EFEKTIF
Ingin sukses dalam belajar? Ingin mendapatkan suatu cara efektif untuk belajar dengan menyenangkan? Berikut ini adalah 9 (sembilan) langkah yang dapat di lakukan berkaitan dengan cara belajar efektif:
1. Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
2. Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3. Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4. Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
“Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan /ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
5. Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
6. Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
7. Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.

Jumat, 25 Februari 2011

SERBA-SERBI UN

SERBA-SERBI UN 

Ujian Nasional Pendidikan Agama Diberlakukan 2011

Ujian Nasional (UN) Pendidikan Agama Islam (PAI) akhirnya resmi diterapkan pada tahun 2011 mendatang dan berlaku secara nasional temasuk di provinsi DIY. ”UN PAI ini akan diberlakukan bagi siswa tingkat SMP dan SMA/SMK serta pada UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) SD,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY Baskara Aji, Selasa (14/12).
Pemberlakuan UN Agama Islam tersebut merupakan usulan dari Kementerian Agama untuk dapat mengetahui daya serap dan pemerataan pendidikan agama Islam di seluruh wilayah. UN Agama ini hanya berlaku untuk agama Islam saja. Sedangkan agama lain belum dibuatkan aturan tersendiri dan masih menggunakan nilai ujian sekolah.

Pelajaran Tambahan Dalam UN 2011

Permen yang mengatur Pedoman Operasional Standar (POS) Ujian Nasional 2011 diharapkan telah siap pekan depan. Draf peraturan tersebut saat ini sudah diserahkan kepada presiden. Dalam draf tersebut, ada tambahan mata pelajaran dalam UN 2010.
“Kami sudah menyerahkan draf peraturan tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk disahkan,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh usai menyampaikan pidato ilmiah Milad Ke-50 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Yogyakarta, Sabtu (18/12)

Sosialisasi Formula Baru Ujian Nasional 2011

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bersama dengan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) mensosialisasikan kebijakan ujian nasional (UN) di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat, (17/12).
Ujian Nasional 2011 akan dilaksanakan dengan formula yang berbeda yaitu berupa nilai gabungan (NG) yang berasal dari nilai UN ditambah dengan nilai sekolah (NS), tetapi bobot dari nilai UN dan bobot NS berbeda. “Yang jelas bobotnya UN lebih tinggi di banding NS,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh seusai membuka sosialisasi.
Sedangkan untuk NS diambil dari nilai rata-rata hasil ujian sekolah, nilai rapor semester tiga, empat dan lima. Ujian sekolah berasal dari hasil penilaian guru yang berupa hasil ujian sekolah, ulangan, tugas dan/atau praktikum.

Jumat, 18 Februari 2011

SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL


SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL
Munculnya Sekolah Berstandar Internasional Indonesia dianggap sebagai langkah maju tumbuhnya perkembangan pendidikan setara luar negeri atau Internasional. Pengembangan SBI sendiri didasarkan pada UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 50 ayat 3 yang secara garis besar ketentuan ini berisi bahwa pemerintah didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan bertaraf internasional. Visi Sekolah Internasional sendiri yakni mewujudkan insan Indonesia cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Y.M.E, berakhlak mulia, berjati diri Indonesia, dan kompetitif secara global. Dengan adanya dasar dan visi pengembangan Sekolah Berstandar Internasional tersebut pemerintah terus berusaha menyertakan ratusan SMP dan SMA seluruh Kabupaten/Kotamadya di Indonesia dengan memberikan sokongan dana ratusan milyar rupiah.

Pembentukan Sekolah Berstandar Internasional sendiri harus mengacu pada standar perumusan SBI yakni SBI = SNP + X. SNP adalah Standar Nasional Pendidikan dan X adalah penguatan untuk berdirinya SBI seperti sebagai penguatan, pengayaan, pengembangan, perluasan, pendalaman, adopsi terhadap standar pendidikan baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang diyakini telah memiliki reputasi mutu yang diakui secara internasional umpamanya Cambridge, IB, TOEFL/TOEIC, ISO, UNESCO. SNP sendiri memiliki 8 kompetensi yakni lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarpras, dana, pengelolaan dan penilaian.

Secara konsep, memang siswa Sekolah Internasional dirintis untuk menyamai kurikulum internasional seperti pada Cambridge atau International Baccalaureate (IB), dari sisi ini fungsional ketika siswa SBI sedikit menyamai Cambridge atau IB masih tanda tanya. Output SBI yang sudah ada akan diarahkan kemana nantinya, terutama ketika mereka akan menginjakkan pendidikan di Universitas. Konsep SBI secara tujuan dan visi memang sangat bagus, dimana siswa sudah terlatih untuk berkomunikasi secara global dengan bahasa Inggris. Siswa SBI juga memiliki pengalaman belajar yang sama dengan IB atau Cambridge.

Ada beberapa hal sebenarnya untuk menjadikan pendidikan di Indonesia maju tetapi secara sistematis dan konseptual. Sedikit ilustrasi, nama SBI yang sudah tercanangkan ini dapat diganti dengan program sekolah yang berbasis bilingual. Adanya English club atau pemusatan sekolah dengan melibatkan bahasa inggris akan lebih baik dari SBI. Ini dilihat dari proses SBI yang menekankan pada bahasa Inggris, tapi apakah pemahaman akan mata pelajaran juga meningkat. Hal lain adalah, nama SBI itu sedikit ”menyeramkan” karena masyarakat akan menilai Sekolah Anak SBI benar-benar seperti sekolah luar negeri, tapi ketika siswa luar negeri dihadapkan pada siswa SBI secara nyata akan terlihat perbedaan yang jauh. Dari sisi itu seharusnya siswa Sekolah Anak SBI memiliki kemampuan sama dengan siswa luar negeri, karena pemerintah juga berani menggunakan titel bertaraf internasional. Pemunculan SBI mengundang sedikit kontroversi terutama ketika dihadapkan pada multikultural di Indonesia.

Titel taraf Internasional memberikan image tersendiri bagi masyarakat. Untuk apa dan siapa SBI ini juga masih menjadi polemik, karena siswa SBI didominasi oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, selain itu siswa Sekolah Berstandar Internasional hanya untuk siswa diatas rata-rata SNP. Output SBI juga masih samar terutama ketika siswa ingin melangkahkan pendidikan lanjutan. Pemerintah memang harus jeli dalam membuat kebijakan pendidikan agar peningkatan pendidikan di Indonesia melonjak, bukan berarti melonjak adalah mengikuti/menyamai luar negeri tapi mendongkrak masyarakat bawah yang sebelumnya awam pendidikan menjadi paham pendidikan

Jumat, 11 Februari 2011

Pengelolaan Lingkungan Di Sekolah

Pengelolaan Lingkungan Di Sekolah


Pengelolaan lingkungan disekolah harus di dukung dengan adanya:
  1. Menerapkan 7 K yaitu kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, kerindangan, kesehatan dan keamanan
  2. Memiliki budaya yang ramah dan santun dengan nuansa kekeluargaan
  3. Melaksanakan trias UKS (penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesahatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah)
  4. Memenuhi standar sekolah sehat
Untuk mewujudkanya, maka diperlukan partisipasi seluruh warga sekolah. Pengolahan lingkungan sekolah dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam pengelolaan air, sampah, energi dan halaman yang ada disekitar sekolah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam lingkungan sekolah, antara lain:

1.      Pengelolaan Air di Sekolah
        Kita dapat membayangkan apabila di sekolah kekurangan air bersih! tentunya sekolah menjadi kotor karena jarang atau tidak pernah dibersihkan, kamar mandi yang berbau tidak sedap, dan akan terasa tidak nyaman utuk dipakai. Akibatnya lingkungan sekolah menjadi tidak sehat sehingga dapat mengganggu kenyamanan belajar.
Ketersediaan air bersih disekolah sangat penting. Jenis kebutuhan air disekolah adalah untuk minum, membersihkan lantai, membersihkan WC, mencuci peralatan laboratorium dan menyiram tanaman.

2.      Pengelolaan Sampah di Sekolah
Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti cara-cara yang baik dan benar..
Tahapan-tahapan pengelolaan sampah disekolah adalah :
a.       Pencegahan dan pengurangan sampah dari sumbernya. Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan sekolah.
b.      Pemanfaatan kembali sampah terdiri atas :
1.      Pemanfaatan sampah organik, seperti komposting (pengomposan) sampah yang mudah membusuk dapat diubah manjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan sekolah.
2.      Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung.
3.      Tempat pembuangan sampah akhir
3.      Pengelolaan Energi di Sekolah                 
Penggunaan energi di sekolah sangat penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Penggunaan energi disekolah biasanya untuk menerangi ruangan-ruangan, menyalakan barang-barang eletronik seperti komputer dan media pembelajaran, mengalirkan pompa air dll.
4.      Pengelolaan Halaman Sekolah
Sekolah sebagai tempat belajar perlu memiliki lingkungan yang bersih dan sehat agar tercipta suasana belajar yang nyaman. Kita bisa membayangkan apabila sekolah kita kotor dan tidak sehat, tentu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Pastikan ruangan kelas kita bersih dari sampah, debu dan bau yang tidak sedap. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat tidak hanya di dalam kelas tetapi juga diluar kelas, seperti di halaman. Halaman sekolah selain di tata keindahannya, juga perlu memperhatikan persyaratan kesehatan. Halaman sekolah yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi semua warga sekolah.