Senin, 11 April 2011

London Kurang Air Bersih? Blame Eropa

Sebut saja Perang Udara. Selama 18 bulan terakhir, kota London telah gagal untuk memenuhi batas udara-mutu yang ditetapkan oleh Komisi Eropa (EC). Awal bulan ini, Brussels ibukota Inggris diberikan perpanjangan sementara untuk membawa tingkat jenis tertentu yang disebut PM10 berbahaya polutan ke dalam standar aman. Tetapi menghadapi denda $ 480.000.000 harus kota gagal memenuhi, walikota London telah meluncurkan sebuah tantangan baru untuk Komisi Eropa, mengatakan bahwa polusi London sebenarnya hasil dari udara yang buruk melayang di atas dari negara-negara Eropa lainnya.

Pada tahun 2008, Komisi Eropa mengadopsi direktif yang menetapkan batas kualitas udara ambien untuk berbagai polutan, termasuk PM10 - yaitu, partikel di atas 10 mikrometer diameter. Partikel tersebut, yang dipancarkan oleh industri, lalu lintas dan pemanasan domestik, menyebabkan 4.300 kematian prematur di London setiap tahun, terutama di warga tua dan asma, menurut laporan tahun lalu oleh kantor walikota. Di bawah arahan Komisi Eropa, kota-kota yang diizinkan untuk melebihi batas untuk PM10 sampai 35 kali setiap tahun; London telah konsisten melampaui angka tersebut.

London Lacking in Clean Air? Blame Europe

Call it the Air Wars. For the past 18 months, the city of London has failed to meet air-quality limits set by the European Commission (EC). Earlier this month, Brussels granted the U.K. capital a temporary extension to bring levels of a certain type of dangerous pollutant called PM10 to within a safe standard. But facing a $480 million fine should the city fail to comply, London's mayor has launched a novel challenge to the EC, saying that London's pollution is actually the result of bad air drifting over from other European countries.

In 2008, the EC adopted a directive that set ambient air-quality limits for a variety of pollutants, including PM10 — that is, particles above 10 micrometers in diameter. Such particles, which are emitted by industry, traffic and domestic heating, cause 4,300 premature deaths in London each year, mostly in elderly and asthmatic citizens, according to a report last year by the mayor's office. Under the EC directive, cities are allowed to exceed the limit for PM10 up to 35 times each year; London has consistently surpassed that number.

Pengeluaran Militer Harus Jadi Bagian dari Debat Defisit

Kompromi anggaran dicapai oleh Gedung Putih dan Kongres akhir pekan ini termasuk sebuah "bersejarah jumlah pemotongan," sebagai Ketua DPR John Boehner dan pemimpin mayoritas Senat Harry Reid mengatakan dalam pernyataan bersama mereka mengumumkan kesepakatan. "Yang memotong anggaran tahunan terbesar dalam sejarah kami," membual Presiden Obama. Media cakupan kesepakatan memuji "sweeping" dan "di-papan-" sifat pemotongan. Kepemimpinan Partai Republik telah "bergeser fokus di Washington jauh dari pengeluaran dan terhadap penghematan" dan mengiris pemerintah "lebih tajam dari yang diharapkan," tulis Paulus Barat di Los Angeles Times.

Namun ada satu, bagian besar dari anggaran federal yang elang ini berani tidak berani menyentuh: pertahanan. Bukan penny soliter dari $ 38 miliar pemotongan belanja akan keluar dari pundi-pundi Pentagon. Bahkan, anggaran pertahanan akan meningkat sebesar $ 5 milyar selama 2010 tingkat, menjadi $ 513 miliar. Dan itu bahkan tidak termasuk biaya yang sedang berlangsung "operasi darurat di luar negeri," atau dikenal sebagai perang di Irak dan Afghanistan.

Military Spending Must Be Part of the Deficit Debate

The budget compromise reached by the White House and Congress this weekend included a "historic amount of cuts," as House Speaker John Boehner and Senate majority leader Harry Reid said in their joint statement announcing the deal. "The largest annual spending cut in our history," boasted President Obama. Media coverage of the deal hailed the "sweeping" and "across-the-board" nature of the cuts. The Republican leadership has "shifted the focus in Washington away from spending and toward austerity" and slashed government "more steeply than expected," wrote Paul West in the Los Angeles Times.

And yet there is one, massive piece of the federal budget that these brave hawks dared not touch: defense. Not a solitary penny of the $38 billion in spending cuts will come out of the Pentagon's coffers. In fact, defense spending will increase by $5 billion over 2010 levels, to $513 billion. And that doesn't even include the cost of ongoing "overseas contingency operations," otherwise known as the wars in Iraq and Afghanistan.

Jumat, 25 Maret 2011

CARA BELAJAR EFEKTIF (UU MID, 26, XIAP1)

CARA BELAJAR EFEKTIF


Setiap siswa pasti mendambakan dapat memperoleh nilai baik di sekolah. Nilai baik tersebut tidak diperoleh begitu saja secara cuma-cuma. Siswa harus menguasai mata pelajaran yang dipelajari sehingga mudah menjawab soal pada saat ujian mata pelajaran. Oleh karena itu, proses belajar yang efektif dapat membantu siswa memperoleh nilai baik. Cara belajar efektif di sekolah di antaranya adalah dengan melakukan beberapa tips berikut di bawah ini.
1. Berdoalah sebelum memulai belajar di kelas.
Agar niat kita dalam hati untuk belajar disekolah tidak menyimpang kepada hal-hal yang buruk dan negatif. Dengan berdoa maka kita telah menyerahkan segalanya kepada Tuhan YME dan memohon akan hasil terbaik atas segala tindakan yang kita lakukan di sekolah.
2. Datang tepat waktu ke sekolah.
Dating tepat waktu ke sekolah harus di biasakan sejak sekarang karena tidak sedikit dari siswa yang memiliki kebiasaan datang terlambat ke sekolah. Datang terlambat dapat berdampak kurang baik bagi siswa dan juga guru atau teman sekelas siswa. Karena kenapa?? Karena ketika siswa datang terlambat maka dia sudah ketinggalan beberapa materi mata pelajaran yang sedang diterangkan guru dan juga siswa sudah mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas.
3. Perhatikan guru ketika menerangkan di depan kelas.
Ketika guru sedang menerangkan maka sebaiknya para murid memperhatikannya karena tidak selalu materi atau kata-kata yang sedang di sampaikan mengandung ilmu pengetahuan tersurat tetapi terdapat pengetahuan yang tersirat yang sangat berguna sebagai sumber pengetahuan siswa.
4. Aktif pada saat proses belajar mengajar di kelas.
Para siswa juga bisa ikut aktif dalam menyampaikan pendapat/gagasan maupun mengajukan pertanyaan secara langsung kepada guru bahan pembelajaran yang berkaitan dengan materi Dengan demikian, siswa akan memiliki ingatan lebih kuat tentang materi pelajaran dan juga melatih kemampuan berkomunikasi di depan umum.
5. Berteman dengan teman-teman yang memiliki semangat belajar yang tinggi.
Dalam konteks ini bukan berarti siswa memilih-milih teman di sekolah tetapi diharapkan mampu mengenali kondisi di mana dia belajar sehingga bisa memutuskan mana yang akan membuatnya lebih maju atau semakin mundur. Jangan sampai siswa terbawa ke dalam pergaulan yang merugikan dirinya sendiri.




6. Mengumpulkan bahan mata pelajaran.
Mengumpulkan bahan mata pelajaran baik buku catatan, buku paket, buku LKS, buku soal dan pembahasan, modul, artikel pendidikan dan lain sebagainya. Karena semakin lengkap sumber belajar yang dimiliki siswa maka akan semakin banyak pula ilmu yang akan diperolehnya. Ini akan berguna bagi siswa saat akan menghadapi ujian mata pelajaran karena siswa memiliki pengetahuan yang banyak tentang mata pelajaran yang diujikan.
7. Memenfaatkan jam pelajaran kosong atau waktu senggang.
Ketika mendapati jam pelajaran kosong lebih baik di gunakan untuk membaca-baca buku yang bermanfaat. Siswa dapat mengunjungi perpustakaan dan membaca berbagai jenis buku yang bermanfaat. Selain itu, siswa juga dapat mengadakan diskusi yang berkaitan dengan mata pelajaran atau bahkan belajar bersama sehingga teman yang lebih pintar dapat membantu teman lain yang belum mengerti.
8. Hindari bertindak curang saat ujian.
Hal ini akan berdampak buruk bagi pola pikir siswa dan bila dilakukan secara terus-menerus, karena siswa akan menjadi malas berfikir dan malas belajar. Dengan menyontek berarti siswa telah memililki rasa tidak percaya diri akan kemampuannya yang dimiliki dan membangun sikap bergantung kepada orang lain. Oleh karena itu siswa tidak akan pernah menguasai ilmu pengetahuan yang diperlukannya di masa yang akan datang.
9. Menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Kondisi tubuh yang sehat sangat sangat berpengaruh terhadap segala aktifitas yang siswa lakukan. Dengan kondisi yang sehat pula siswa akan memiliki konsentrasi yang tinggi dan semangat belajar yang besar dalam menghadapi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

CARA BELAJAR EFEKTIF (ULUM MID, 26,XIAP1)

CARA BELAJAR EFEKTIF
Ingin sukses dalam belajar? Ingin mendapatkan suatu cara efektif untuk belajar dengan menyenangkan? Berikut ini adalah 9 (sembilan) langkah yang dapat di lakukan berkaitan dengan cara belajar efektif:
1. Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
2. Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3. Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4. Anggap dirimu berada dalam situasi “co-opetition” (bukan situasi “win-win” lagi).
“Co-opetition” merupakan gabungan dari kata “cooperation” (kerja sama) dan “competition” (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan /ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
5. Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
6. Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
7. Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.
Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.